Berita

Memperingati Hari Air Dunia (HAD) ke-28 Tahun 2020

Jangan meninggalkan air mata untuk anak cucu kita, akan tetapi tinggalkanlah mata air untuk keberlangsungan hidup mereka”.

Di tengah gegap gempita berita wabah covid 19, sejenak pikiran kita alihkan guna mengingat manfaat dan nilai terpenting dari keberadaan air yang selalu dibutuhkan untuk menyokong kehidupan makhluk hidup. Tanpa air semua makhluk hidup akan mati. Eksistensi air ibaratnya sama dengan nyawa.

22 Maret telah disepakati oleh PBB diperingati sebagai Hari Air Sedunia. Kesepakatan tersebut diambil dalam sidang umum  sejak 28 tahun yang lalu tepatnya tanggal 22 Desember 1992. World Water Day atau hari air sedunia diperingatan untuk menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya air bersih dan pengelolaan sumber air  yang berkelanjutan. Peringatan hari air sedunia dimulai pada tahun 1993 dengan tujuan supaya masyarakat di dunia memberi dukungan dalam konservasi air dengan cara mengurangi penggunaan air keran yang berlebihan. PBB bersama seluruh anggota PBB gencar mensosialisasikan tentang hari air sedunia ini melalui kegiatan nyata.

Untuk memperingati hari tersebut Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan M. Ali Mahfudi, SH., MM mengingatkan kepada segenap karyawan Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan agar senantiasa hemat air dan memanfaatkan seperlunya bukan secukupnya. Artinya dalam menggunakan air tidak boleh boros apalagi saat ini dunia dilanda covid 19 yang menuntun kita agar hidup bersih. Tanpa harus membayangkan jika tidak ada air, pasti rasa kawatir akan semakin bertambah.

Musim kemarau yang panjang ditahun lalu adalah wujud nyata semua masyarakat telah mengalami kesulitan air untuk keperluan sehari-hari. Perubahan iklim tersebut menginspirasi dalam memperingati Hari Air Dunia ke-28 Tahun 2020 dengan menjadikan tema “Water and Climate Change”.

Sesuai dengan tema yang diusung Hari Air Dunia tahun ini adalah “Water and Climate Change” yang diaplikasikan ke dalam tema nasional yaitu Air dan Perubahan Iklim. Perubahan iklim yang telah menjadi salah satu faktor masalah lingkungan hidup dunia dan mengancam kelanjutan sistem penyanggah kehidupan di bumi salah satunya dengan berkurangnya ketersediaan sumber daya air untuk kelangsungan hidup. Di samping itu perawatan lingkungan merupakan bagian penting dalam mengusahakan dan mengelola sumber air, di sisi lain perlakuan kita terhadap lingkungan akan meresonasi perlakuan lingkungan terhadap kita.

Terjadinya perubahan ketersediaan air di bumi merupakan satu konsekuensi nyata dalam kehidupan sehari-hari yang harus dipertimbangkan sebagai akibat perubahan iklim. Sumber air pada masa sekarang ini terkesan kehilangan tingkat keandalannnya dalam mendukung ketahanan air bagi masyarakat. Hal ini tergambar dengan semakin seringnya terjadi permasalahan terkait sumber daya air hampir di seluruh wilayah Indonesia termasuk wilayah Kabupaten Lamongan.

Salah satu solusi yang harus diupayakan adalah dengan lebih meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi Sistem Informasi Sumber Daya Air dengan instansi lainnya sesuai dengan salah satu tujuan dalam pengelolaan sumber daya air terpadu.

Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Lamongan mewanti-wanti dan mengajak kepada seluruh staf dan jajarannya untuk terus menjaga keharmonisan dan kebersamaan antar sesama terutama dalam upaya menciptakan pelayanan publik khususnya pemenuhan dan perlindungan atas air dapat terlaksana dengan baik. Beliau juga berpesan agar Jangan meninggalkan air mata untuk anak cucu kita, akan tetapi tinggalkanlah mata air untuk keberlangsungan hidup mereka”.

Leave a Response

Keluhan Pelanggan ? Hubungi Kami